Sunday, October 11, 2026
HomeTravelMenpora Erick Thohir: Potensi Sport Tourism Yogyakarta

Menpora Erick Thohir: Potensi Sport Tourism Yogyakarta

Mandiri Jogja Maraton 2026 memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata olahraga yang berpotensi menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Ajang yang berlangsung di Yogyakarta pada Minggu, 21 Juni 2026, itu diikuti 10.200 pelari dari 17 negara.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan jumlah peserta tersebut menjadi bukti bahwa Yogyakarta memiliki modal kuat untuk mengembangkan sport tourism. Modal itu mencakup bentang alam, warisan budaya, serta kemampuan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional.

“Dengan kekuatan budaya dan destinasi yang dimiliki Yogyakarta, bisa menjadi pengungkit kunjungan wisata sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Erick saat menghadiri ajang tersebut.

Peserta meningkat sejak 2017

Mandiri Jogja Maraton telah digelar sejak 2017. Erick menyoroti perkembangan jumlah pesertanya yang meningkat dari semula berada di kisaran ribuan hingga mencapai puluhan ribu pada penyelenggaraan tahun ini.

“Dari ajang ini saja terbukti Yogyakarta mampu menarik lebih banyak peserta baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Artinya Yogyakarta punya modal kuat untuk sport tourism ini,” kata Erick.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan ajang tersebut sejak awal dirancang bukan semata-mata sebagai kompetisi lari. Kehadiran peserta dari berbagai negara dan para pendamping mereka juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi acara.

Manfaat tersebut sejalan dengan riset Mandiri Institute. Riset itu menunjukkan penyelenggaraan Mandiri Jogja Maraton pada 2025 mendorong pertumbuhan nilai belanja masyarakat hingga 11,6 persen selama pekan pelaksanaan acara.

Dengan jumlah peserta yang meningkat signifikan pada 2026, Henry memproyeksikan dampak ekonomi yang lebih besar. Dampak itu terutama diperkirakan dirasakan oleh sektor perhotelan, transportasi, kuliner, jasa wisata, serta pelaku usaha lokal.

Lintasan membawa narasi budaya Yogyakarta

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Imam Pratanadi menilai Mandiri Jogja Maraton telah berkembang menjadi etalase promosi daerah yang efektif di tingkat internasional. Ribuan pelari yang datang bersama pendamping dinilai turut meningkatkan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, aktivitas industri kuliner, dan transaksi produk usaha lokal.

“Ajang ini sudah mengukuhkan Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan. Event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong perputaran ekonomi daerah,” ujar Imam.

Race Director Mandiri Jogja Marathon 2026 Pandu Bagus Buntaran mengatakan desain lintasan tahun ini disusun untuk menghadirkan narasi kebudayaan Yogyakarta kepada para peserta. Medali bagi para finisher mengangkat visual Panggung Krapyak, bagian dari Garis Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

“Setiap kilometer ajang ini simbol perjalanan menyusuri narasi budaya Yogyakarta. Pelari tidak hanya menempuh jarak, tetapi juga diajak mengenal filosofi dan peradaban yang hidup di Yogyakarta,” ujar Pandu.

Rute resmi yang telah mendapat sertifikasi internasional dari Association of International Marathons and Distance Races (AIMS) itu melintasi Candi Plaosan, Monumen Taruna, hamparan sawah, serta desa-desa tradisional yang masih mempertahankan budaya lokal.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler