Tuesday, October 6, 2026
HomeTravelDua Kubu Keraton Surakarta Pastikan Kirab 1 Suro Tetap Digelar

Dua Kubu Keraton Surakarta Pastikan Kirab 1 Suro Tetap Digelar

Pemerintah Kota Solo mempertemukan dua kelompok yang berselisih di internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk menyelaraskan rencana kirab pusaka Malam 1 Suro pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Kedua pihak menyatakan tradisi tersebut tetap akan berlangsung, meski terdapat perbedaan mengenai bentuk dan waktu pelaksanaannya.

Rapat koordinasi digelar di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono dan dihadiri perwakilan kubu yang mendukung Sri Susuhunan Paku Buwono XIV atau KGPH Puruboyo, serta Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta yang mendukung KGPH Hangabehi sebagai Paku Buwono XIV.

Pemkot juga mengundang KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, yang menjabat Pelaksana Pelindungan, Pengembangan dan atau Pemanfaatan Keraton Surakarta. Pertemuan dengan kedua kelompok tidak berlangsung bersamaan. Sesi pertama mempertemukan jajaran Pemkot, Gusti Tedjowulan, dan pihak Puruboyo. Namun, Puruboyo tidak hadir dan diwakili kuasa hukumnya, KPAA Ferry Firman Nurwahyu.

Ferry datang bersama sejumlah keluarga dan kerabat Puruboyo, yakni GKR Panembahan Timoer Rumbay selaku Pengageng Sasana Wilapa, Pengageng Perentah KGPHA Panembahan Dipokusumo, GKR Alit, GKR Ratih, dan GKR Devi Lelyana. Sebelum rapat dimulai, pihak tersebut membagikan rilis tertulis kepada wartawan.

Dua rencana kirab diselaraskan

Setelah pertemuan pertama selesai, Pemkot Solo dan Gusti Tedjowulan berdiskusi dengan LDA Keraton Surakarta. Hadir dalam sesi itu Ketua LDA GKR Koes Moertiyah Wandansari, Ketua Eksekutif LDA KPH Eddy Wirabhumi, GRAj Putri Purnaningrum, serta KGPH Puger.

Budi mengatakan rapat tersebut berfokus pada penyelarasan rencana masing-masing pihak. Pemkot Solo bersama TNI, Polri, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyatakan dukungan agar pelaksanaan kirab berjalan lancar.

“Kami menyinkronkan itu aja,” ujar Budi seusai rapat, Senin malam.

Ia mengakui ada kemungkinan masing-masing kubu menggelar kirab. Namun, waktu pelaksanaannya disebut tidak akan terpaut jauh. Menurut Budi, kedua pihak diharapkan memberi ruang agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib.

“Mungkin tidak menjadi satu. Biar pelaksanaan berjalan dengan baik, biar saling ada pemahaman, bisa memberi ruang untuk melakukan kegiatan bersama. Waktunya hampir sama. Ketika yang satu sudah duluan, nanti yang satunya mau mengalah di belakang,” kata dia.

Rencana pusaka yang dikirab

Ferry tidak banyak menjelaskan hasil pertemuan. Ia meminta publik melihat perkembangan pelaksanaan kirab pada keesokan harinya di keraton. Saat ditanya apakah kirab akan digelar sendiri-sendiri, ia menjawab, “Nggak. Mana ada sendiri-sendiri.” Ferry menyatakan sikap pihak Paku Buwono XIV sesuai dengan rilis tertulis yang telah dibagikan.

Sementara itu, Gusti Moeng—sapaan GKR Koes Moertiyah Wandansari—mengatakan LDA tidak mengikuti pertemuan Pemkot dengan kubu Puruboyo. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, kubu Puruboyo akan menggelar kirab tanpa membawa pusaka.

Gusti Moeng menyatakan pihak LDA telah menyiapkan kirab dengan mengeluarkan pusaka Keraton Surakarta. Sebanyak 14 pusaka direncanakan dibawa dalam kirab yang dijadwalkan mulai pukul 00.00 WIB. Pusaka-pusaka tersebut, menurut dia, sudah empat kali mengikuti kirab.

Gusti Tedjowulan menyebut pembahasan dengan kedua kubu berlangsung baik. Ia mengatakan pelaksanaan kirab tidak dilakukan secara bersamaan, melainkan beriringan. Rangkaian tradisi budaya yang berlangsung turun-temurun itu diperkirakan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler