Sunday, October 11, 2026
HomeGaya HidupPerlukah Mencuci Telur Sebelum Dimasak? Ini Faktanya

Perlukah Mencuci Telur Sebelum Dimasak? Ini Faktanya

Mencuci telur yang baru dibeli tidak selalu membuatnya lebih aman. Untuk telur kemasan yang dijual secara komersial, kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), telur komersial tidak perlu dicuci ulang di rumah. Sebelum dipasarkan, telur-telur tersebut umumnya telah melalui proses pencucian dan sanitasi menggunakan bahan serta suhu tertentu. Prosedur itu dirancang untuk membersihkan cangkang tanpa mendorong air masuk melalui pori-pori kecil di permukaannya.

Cangkang telur juga memiliki lapisan pelindung alami yang terbentuk ketika telur dikeluarkan dari tubuh ayam. Lapisan tersebut membantu menghalangi kotoran dan paparan dari luar agar tidak mudah mencapai bagian dalam telur. Pencucian ulang berpotensi merusak perlindungan itu. Air yang digunakan, terutama jika sudah tercampur kotoran, dapat masuk melalui pori-pori cangkang.

Penanganan telur dari peternakan

Aturan tersebut berbeda untuk telur yang berasal dari ayam peliharaan atau peternakan. Telur jenis ini dapat memiliki kotoran yang menempel pada cangkangnya sehingga perlu dibersihkan sebelum digunakan. Namun, telur sebaiknya tidak direndam karena air yang telah bercampur kotoran berisiko masuk ke bagian dalam melalui pori-pori cangkang.

Health Digest menyarankan telur peternakan dibersihkan di bawah air mengalir. Colorado State University merekomendasikan penggunaan air bersuhu sekitar 43 hingga 48 derajat Celsius. Jika ada kotoran yang sulit dihilangkan, sabun pencuci piring tanpa pewangi dapat digunakan.

Perbedaan perlakuan ini membuat asal dan proses pengolahan telur penting diperhatikan. Telur kemasan tidak memerlukan pencucian ulang, sedangkan telur dari peternakan perlu ditangani dengan metode yang tidak menghilangkan lapisan pelindung secara berlebihan atau memungkinkan air kotor menembus cangkang.

Penyimpanan yang tepat

Telur kemasan sebaiknya tetap berada di dalam karton aslinya dan disimpan di lemari es. USDA menyarankan suhu penyimpanan sekitar 4,4 derajat Celsius atau lebih rendah. Karton asli digunakan selama penyimpanan, sementara telur sebaiknya tidak dikeluarkan dari pendingin terlalu lama.

Jika telur hendak dimasak, telur yang sudah dikeluarkan dari lemari es tidak disarankan berada pada suhu ruang lebih dari dua jam. Batas waktu tersebut perlu diperhatikan agar penanganan telur tetap aman sebelum proses memasak dilakukan.

Telur dari peternakan juga dapat disimpan di lemari es hingga waktunya digunakan. Namun, apabila lapisan pelindung alaminya masih utuh, telur tersebut dapat disimpan pada suhu ruang selama sekitar dua minggu. Kondisi lapisan alami pada cangkang menjadi salah satu faktor yang membedakan cara penyimpanan telur peternakan dan telur komersial.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler