Kehadiran kecerdasan buatan (AI) tidak serta-merta berarti menyusutnya jumlah pekerjaan di Amerika Serikat. Riset McKinsey Global Institute (MGI) justru memproyeksikan jutaan posisi baru akan terbuka hingga 2035, terutama di sektor kesehatan, konstruksi, manajemen, serta pekerjaan profesional dan teknis.
Proyeksi itu tercantum dalam laporan Workforce in Motion: Skills and Pathways to Future Jobs in the United States yang dirilis pada Selasa (29/9/2026). McKinsey memperkirakan lebih dari sepertiga posisi yang muncul dalam kelompok pekerjaan bertumbuh akan terkonsentrasi pada empat bidang, yakni pekerjaan pendukung layanan kesehatan, tenaga profesional kesehatan, konstruksi, dan manajemen.
Secara khusus, kelompok kesehatan dan konstruksi diperkirakan menyumbang sekitar lima juta pekerjaan bersih hingga 2035. Pada level sektor, pertumbuhan tenaga kerja paling kuat diperkirakan terjadi dalam layanan kesehatan, jasa profesional dan teknis, serta konstruksi.
Otomatisasi tidak menghapus seluruh pekerjaan
Proyeksi tersebut muncul ketika AI dan otomatisasi diperkirakan mengambil alih semakin banyak aktivitas kerja. McKinsey memperkirakan teknologi otomatisasi dapat diterapkan pada sekitar 54 persen jam kerja yang saat ini dilakukan pekerja di AS pada 2035.
Namun, penerapan otomatisasi pada tugas tidak otomatis mengurangi jumlah pekerja dalam proporsi yang sama. Dampak AI juga berbeda-beda menurut jenis pekerjaan. Aktivitas yang berkaitan dengan data, dokumen, pengolahan informasi, dan prosedur rutin dinilai lebih mudah diotomatisasi dibandingkan pekerjaan yang membutuhkan tindakan fisik atau hubungan langsung dengan manusia.
Pada pekerjaan profesional kesehatan, misalnya, tingkat penerapan otomatisasi diperkirakan hanya sekitar 26 persen dari jam kerja saat ini pada 2035. Angka tersebut jauh di bawah pekerjaan kantor dan administrasi yang diproyeksikan dapat mencapai sekitar 80 persen.
Penuaan penduduk dan pembangunan infrastruktur
Layanan kesehatan menjadi salah satu sumber utama pekerjaan baru karena populasi Amerika Serikat semakin menua. Perubahan demografi meningkatkan kebutuhan terhadap perawatan jangka panjang, penanganan penyakit kronis dan spesialis, layanan berbasis rumah, farmasi, nutrisi, koordinasi perawatan, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
McKinsey memperkirakan perubahan demografi dapat menghasilkan sekitar delapan juta pekerjaan bersih tambahan dalam perekonomian AS hingga 2035. Pekerjaan tersebut tidak seluruhnya berada di rumah sakit atau klinik, tetapi tetap berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan layanan dalam apa yang disebut McKinsey sebagai human economy. Interaksi langsung, penilaian profesional, empati, keterampilan fisik, dan tanggung jawab terhadap pasien membuat banyak pekerjaan kesehatan relatif lebih sulit digantikan AI.
Konstruksi juga diperkirakan menjadi penerima manfaat utama perubahan ekonomi. Pembangunan perumahan, pembaruan infrastruktur, modernisasi jaringan listrik, elektrifikasi, perluasan kapasitas industri, dan relokasi manufaktur kembali ke AS akan mendorong kebutuhan tenaga kerja. Sektor konstruksi saja diperkirakan menambah sekitar tiga juta pekerjaan ekuivalen penuh waktu hingga 2035.
Pembangunan sistem energi, yang antara lain didorong oleh pertumbuhan AI, dapat menambah sekitar dua juta pekerjaan lain. Kebutuhannya mencakup tenaga konstruksi, instalasi, perawatan, perbaikan, dan berbagai keahlian teknis yang bekerja di lokasi fisik.
Gambaran itu sejalan dengan laporan Fortune pada Selasa (29/9/2026). Mengutip pimpinan operasi pusat data Google untuk Ohio dan Indiana, Tim Chadwick, laporan tersebut menyebut terdapat “ratusan ribu” posisi pekerja terampil yang masih terbuka di AS, termasuk teknisi listrik berpengalaman, pipefitter, dan manajer proyek.
Ledakan investasi pusat data menunjukkan bahwa pertumbuhan AI juga membutuhkan pekerjaan di luar pemrograman. Pembangunan infrastruktur komputasi memerlukan teknisi listrik, pekerja instalasi, operator fasilitas, tenaga pendingin, pekerja konstruksi, serta profesi lain yang menangani pusat data, pembangkit listrik, jaringan listrik, fasilitas produksi cip, dan sistem pendingin.

