ETF bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$6,34 miliar atau Rp113,84 triliun sepanjang kuartal III 2026. Dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.960, capaian tersebut menjadi yang terkuat sepanjang 2026 sekaligus menandai pembalikan tajam setelah dana keluar pada kuartal sebelumnya.
Arus dana menguat sepanjang kuartal ketiga
Berdasarkan data SoSoValue yang dikutip Cointelegraph pada Kamis (1/10/2026), September menyumbang arus masuk bersih US$2,65 miliar atau sekitar Rp47,58 triliun. Angka itu turun sekitar 25 persen dibandingkan arus masuk pada Agustus yang mencapai US$3,52 miliar atau Rp63,20 triliun.
Meski melemah secara bulanan, arus dana pada September masih jauh lebih besar dibandingkan Juli. Pada bulan pertama kuartal ketiga tersebut, ETF bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sekitar US$172 juta atau Rp3,08 triliun. Pergerakan tersebut menggambarkan peningkatan minat investor terhadap produk investasi berbasis bitcoin selama kuartal berlangsung.
Kinerja kuartal ketiga juga membalikkan tren pada kuartal II 2026. Saat itu, ETF bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sekitar US$5 miliar atau Rp89,78 triliun. Perubahan dari arus keluar menjadi arus masuk dalam jumlah besar terjadi bersamaan dengan pemulihan harga bitcoin setelah kinerja pada semester pertama 2026.
Bitcoin mencatat penguatan kuartalan terkuat
Data CoinGlass menunjukkan harga bitcoin meningkat 42,71 persen pada kuartal ketiga. Kenaikan tersebut menjadi penguatan kuartalan paling besar sejak kuartal IV 2024. Untuk periode kuartal ketiga, capaian itu juga menjadi yang terbaik sejak 2017.
Lonjakan harga bitcoin dan derasnya arus masuk ETF berlangsung dalam periode yang sama. Namun, data pada akhir September menunjukkan momentum arus dana mulai melemah. ETF bitcoin mencatat arus keluar bersih sebesar US$149 juta atau sekitar Rp2,67 triliun pada Rabu pekan ini.
Arus keluar tersebut mengakhiri rangkaian arus masuk selama sembilan hari berturut-turut. Dalam periode sembilan hari itu, ETF bitcoin berhasil menarik dana sekitar US$3,1 miliar atau Rp55,66 triliun. Dengan berakhirnya tren tersebut, arus dana pada penutupan September bergerak berlawanan dibandingkan sebagian besar perdagangan pada bulan itu, meski secara bulanan tetap mencatatkan arus masuk bersih yang besar.

