Sunday, October 11, 2026
HomeGaya HidupPembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Ini Faktanya

Pembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Ini Faktanya

Pembalut sekali pakai tidak perlu dicuci sebelum dibuang. Kebiasaan mencucinya lebih berkaitan dengan pilihan pribadi, budaya, serta mitos seputar menstruasi, bukan karena adanya aturan resmi yang mewajibkan tindakan tersebut.

Sejumlah perempuan memilih mencuci pembalut bekas agar darah menstruasi tidak terlihat sebelum dibungkus dan dibuang. Darah haid dalam sebagian masyarakat masih dipandang sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Ada pula anggapan yang mengaitkan pembalut bekas dengan hal-hal mistis, meski anggapan tersebut tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.

Risiko mencuci pembalut sekali pakai

Jurnal berjudul “Environmental Implications of Disposable Sanitary Napkin Washing Practice: A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia” menyebutkan bahwa keputusan untuk mencuci pembalut merupakan pilihan pribadi. Tidak terdapat aturan resmi yang secara khusus mewajibkan atau melarang pembalut sekali pakai dicuci sebelum dibuang.

Namun, UNICEF menyarankan agar pembalut sekali pakai langsung dibuang setelah digunakan. Proses pencucian dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri dari darah menstruasi ke tangan maupun area yang digunakan untuk mencuci. Bahan penyerap pada pembalut, seperti kapas dan gel, juga dapat rusak ketika terkena air. Dalam kondisi tersebut, bakteri berpotensi ikut menyebar ke air.

Pembalut kain memiliki perlakuan berbeda. Karena dirancang untuk digunakan berulang kali, pembalut jenis ini memang perlu dicuci setelah dipakai. Pencucian yang tepat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan membantu mencegah infeksi vagina selama menstruasi.

Cara membungkus dan membuang pembalut

Pembalut sekali pakai sebaiknya dibungkus terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke tempat sampah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC menyarankan penggunaan tisu toilet atau bahan lain untuk menutup pembalut bekas.

Langkah pertama, cuci tangan sebelum melepaskan pembalut dari celana dalam. Setelah itu, lipat atau gulung pembalut dengan bagian yang terkena darah berada di sisi dalam. Pembalut kemudian dapat dibungkus menggunakan tisu atau pembungkus dari pembalut baru.

Pembalut yang telah tertutup dimasukkan ke tempat sampah. Jangan membuangnya ke toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan. Tempat sampah yang digunakan sebaiknya memiliki penutup dan dibersihkan secara rutin untuk mencegah bau.

Pengelolaan pembalut juga perlu disertai perhatian terhadap lama pemakaian. UNICEF menyarankan pembalut sekali pakai diganti dan dibuang setelah digunakan selama maksimal 4–6 jam. Setelah menggantinya, tangan perlu kembali dicuci untuk menjaga kebersihan selama menstruasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler