Sunday, October 11, 2026
HomeBeritaPesona Kampung Adat Prai Ijing, Wisata Megalitik Sumba Barat

Pesona Kampung Adat Prai Ijing, Wisata Megalitik Sumba Barat

Pendampingan pariwisata berbasis masyarakat di Kampung Adat Prai Ijing, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memberikan hasil ekonomi bagi warga. Sejak menjadi salah satu Desa Bakti BCA dan memperoleh pendampingan pada 2024, kampung tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 26% pada akhir 2025.

Peningkatan itu ditopang oleh penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan desa. Warga ditempatkan sebagai pengelola utama potensi wisata, mulai dari penyusunan paket kunjungan hingga penyediaan kuliner, kerajinan, pemandu lokal, dan penginapan.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan setiap desa memiliki kekayaan dan ciri khas yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Setiap desa memiliki kekayaan dan keunikan yang dapat menjadi kekuatan untuk tumbuh secara berkelanjutan. Melalui pendampingan, BCA ingin mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam mengelola desanya,” ujar Hera.

Jejak megalitik dan kehidupan masyarakat

Berada di kawasan perbukitan Sumba Barat, Prai Ijing menawarkan wisata budaya yang bertumpu pada kehidupan masyarakat setempat. Jejak sejarah megalitik hadir berdampingan dengan deretan rumah adat Umma Kalada, yang mudah dikenali dari bentuk atapnya yang menjulang.

Pengunjung tidak hanya diajak berkeliling dan melihat arsitektur kampung. Sejumlah kegiatan disiapkan agar wisatawan dapat mengenal tradisi yang masih dijalankan warga. Salah satunya ialah Kagorokana Alu, permainan ketangkasan menggunakan bambu yang melambangkan kebersamaan masyarakat.

Wisatawan juga dapat mengikuti kegiatan menenun bersama perajin perempuan. Dalam lokakarya singkat, peserta diperkenalkan pada proses menata benang hingga membentuk kain khas Sumba yang mengandung nilai filosofis. Rangkaian aktivitas ini turut menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah di desa, termasuk penyedia makanan lokal dan perajin cenderamata.

Dua pilihan paket kunjungan

Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Prai Ijing menyediakan dua paket untuk memudahkan wisatawan menjelajahi kampung. Pilihan pertama adalah Prai Ijing Full Day Tour berdurasi enam hingga delapan jam dengan tarif Rp430.000 per orang.

Paket sehari penuh tersebut mencakup tur kampung, penjelasan sejarah arsitektur, permainan tradisional, makan siang lokal, lokakarya tenun, penyewaan pakaian adat, suvenir, tiket retribusi, serta jasa pemandu.

Pilihan kedua, Prai Ijing Heritage Tour, berlangsung maksimal tiga jam dengan biaya Rp250.000 per orang. Fasilitasnya meliputi tur sejarah, lokakarya tenun singkat, kudapan lokal, sesi foto menggunakan pakaian adat, pemandu lokal, dan suvenir.

Pemandu lokal dan fasilitas menginap

Penggunaan pemandu lokal disarankan bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah kampung secara lebih mendalam. Pengunjung dapat memakai jasa pemandu secara langsung atau memilih salah satu paket resmi yang telah disusun Pokdarwis.

Bagi wisatawan yang ingin tinggal lebih lama dan merasakan kehidupan kampung, tersedia paket homestay seharga Rp300.000 per orang per malam. Tarif tersebut sudah termasuk makan tiga kali sehari.

Lanskap perbukitan, susunan rumah adat, serta detail arsitektur Prai Ijing juga menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung. Karena itu, wisatawan disarankan menyiapkan kamera untuk mengabadikan berbagai sudut kampung selama mengikuti kegiatan bersama warga.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler