Sunday, October 11, 2026
HomePolitikApa Itu Kapal Induk? Fungsi, Jenis, dan Peruntukannya

Apa Itu Kapal Induk? Fungsi, Jenis, dan Peruntukannya

Kapal perang hibah dari Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, tiba di Indonesia dan bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9). Kapal bernomor lambung C551 itu akan menjadi kapal induk pertama dalam armada TNI Angkatan Laut dan selanjutnya berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

Serah terima kapal sekaligus pergantian bendera dari Italia ke Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026 di Tanjung Priok. Kehadiran kapal tersebut kembali memunculkan pembahasan mengenai fungsi kapal induk, termasuk perannya bagi Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan.

Bukan sekadar kapal perang berukuran besar

Kapal induk pada dasarnya merupakan kapal perang yang dirancang sebagai pangkalan udara bergerak di tengah laut. Ciri utamanya bukan semata ukuran, melainkan keberadaan dek penerbangan dan fasilitas yang memungkinkan pesawat atau helikopter dioperasikan dari atas kapal.

Di dalamnya terdapat hanggar untuk menyimpan serta merawat wahana udara, fasilitas bahan bakar, sistem pendukung penerbangan, dan sarana untuk mengatur aktivitas lepas landas maupun pendaratan. Karena itu, kapal berukuran besar belum tentu dapat disebut kapal induk apabila tidak dirancang untuk menjalankan fungsi penerbangan tersebut.

Desain setiap kapal induk dapat berbeda. Kapal berukuran besar mampu membawa puluhan pesawat tempur, sedangkan kapal yang lebih kecil biasanya lebih banyak digunakan untuk mengoperasikan helikopter atau pesawat dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal maupun jarak pendek.

Dalam penggunaannya bersama Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi pernah mengoperasikan pesawat tempur AV-8B Harrier II serta berbagai jenis helikopter. Kapal ini dapat dipahami sebagai “bandara yang bisa berlayar”, karena pangkalan udaranya bergerak mengikuti kebutuhan operasi di laut.

Peran dalam operasi militer dan kemanusiaan

Kemampuan menyediakan pangkalan udara bergerak membuat kapal induk dapat mengoperasikan pesawat dan helikopter lebih dekat ke wilayah operasi. Fungsi tersebut dapat mendukung pengawasan laut, perlindungan armada, operasi udara, hingga misi serangan sesuai kemampuan kapal dan wahana udara yang dibawanya.

Kapal induk umumnya tidak beroperasi sendirian. Kapal ini dapat menjadi bagian dari kelompok kapal perang yang saling memberi perlindungan dan dukungan. Wahana udara yang dibawanya juga membantu memperluas kemampuan pengamatan terhadap wilayah laut yang luas.

Namun, penggunaan kapal induk tidak terbatas pada peperangan. Dek penerbangan, kapasitas angkut personel dan peralatan, serta kemampuan helikopter dapat dimanfaatkan untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Di wilayah kepulauan yang akses daratnya terputus, helikopter dari kapal dapat mengangkut bantuan, mengevakuasi korban, atau mengirim personel ke lokasi terdampak.

Penyesuaian untuk kebutuhan TNI AL

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa Giuseppe Garibaldi akan menjalani pembenahan fisik dan perbaikan mesin agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL. Penggunaannya akan diarahkan, antara lain, untuk operasi militer selain perang atau OMSP.

Kapal tersebut diproyeksikan mendukung penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan. Salah satu rencana pemanfaatannya adalah menjadikannya pangkalan terapung bagi helikopter dan drone, sekaligus membawa personel serta logistik ke wilayah yang terdampak bencana.

Dengan masuknya kapal itu ke dalam armada Indonesia, KRI Sriwijaya tidak serta-merta akan digunakan dengan orientasi yang sama seperti kapal induk negara lain. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI AL, terutama untuk mendukung helikopter, drone, personel, logistik, serta operasi kemanusiaan dan kebencanaan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler