Sunday, October 11, 2026
HomeGaya HidupMacam Penyakit yang Rawan Menyerang saat Musim Hujan

Macam Penyakit yang Rawan Menyerang saat Musim Hujan

Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir September 2026 membawa risiko kesehatan yang perlu diantisipasi, meski belum menandakan seluruh daerah memasuki musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 80,7 persen wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau pada September 2026.

BMKG masih memprakirakan curah hujan di banyak wilayah berada pada kategori rendah hingga menengah sampai awal Oktober. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat memang terjadi secara lokal, antara lain di Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Papua pada pertengahan September.

Perbedaan kondisi antardaerah itu membuat masyarakat perlu memahami bahwa hujan di satu kota belum otomatis berarti musim hujan telah berlangsung di seluruh Indonesia. Namun, genangan, banjir, kelembapan, serta perubahan aktivitas warga tetap dapat menciptakan kondisi yang mendukung penularan atau munculnya sejumlah penyakit.

Risiko penyakit akibat genangan dan banjir

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu ancaman yang paling sering dikaitkan dengan musim hujan. Penyakit akibat virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Air hujan yang tertampung di pot, ember, talang, ban bekas, atau wadah lain dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk jika tidak segera dikuras atau ditutup.

Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan, serta menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air.

Banjir juga meningkatkan risiko diare ketika air bersih tercemar kotoran dan mikroorganisme. Sanitasi yang buruk dapat mempercepat penyebaran penyakit. Mencuci tangan dengan sabun, memastikan air minum aman, serta menjaga kebersihan dan kematangan makanan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko tersebut.

Leptospirosis perlu diwaspadai ketika seseorang bersentuhan dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Bakteri Leptospira dapat masuk melalui kulit, dengan risiko lebih besar jika terdapat luka terbuka. Masyarakat disarankan menghindari kontak langsung dengan air banjir dan menggunakan pelindung, seperti sepatu bot, bila harus berada di kawasan terdampak.

Air banjir yang bercampur kotoran juga dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal, atau infeksi kulit. Keluhan lebih mudah muncul ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi basah atau terpapar lingkungan lembap. Luka, kemerahan, gatal berat, atau tanda infeksi setelah kontak dengan air banjir sebaiknya diperiksakan jika tidak membaik.

Gangguan pernapasan dan saluran cerna

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menyebar lebih mudah ketika hujan atau banjir memaksa banyak orang berkumpul di pengungsian dan ruang tertutup. Penyakit ini dapat disebabkan virus, bakteri, maupun mikroorganisme lain, dengan gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Pada kondisi lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas atau nyeri dada.

Menjaga kebersihan tangan, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dapat membantu menekan penularan.

Selain diare, gangguan saluran cerna seperti demam tifoid atau tifus juga berkaitan dengan konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi. Makanan perlu disimpan dengan baik dan dikonsumsi dalam keadaan bersih serta matang. Air minum pun harus dipastikan aman.

Penyakit lama dan persiapan dari rumah

Musim hujan atau banjir juga dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki seseorang, terutama jika kondisi tersebut mengganggu aktivitas dan akses menuju layanan kesehatan. Pasien perlu menjaga rutinitas pengobatan dan tidak mengabaikan gejala yang memburuk.

Persiapan dapat dimulai sebelum hujan merata, antara lain dengan membersihkan saluran air, menghilangkan genangan, menguras tempat penampungan air, menjaga kebersihan tubuh, serta memastikan makanan dan air minum tetap higienis.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler