Menentukan waktu untuk memiliki anak kedua tidak cukup hanya dengan menghitung usia anak pertama. Kondisi kesehatan ibu, riwayat kehamilan, jenis persalinan, serta kesiapan keluarga juga perlu dipertimbangkan sebelum kehamilan berikutnya direncanakan.
Jeda antarkehamilan menjadi penting karena tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih setelah menjalani kehamilan dan persalinan. Selama proses tersebut, tubuh mengalami perubahan fisik, hormonal, dan kondisi rahim, sekaligus menggunakan cadangan nutrisi. Jika kehamilan berikutnya terjadi terlalu cepat, sejumlah risiko pada ibu dan bayi dapat meningkat.
Jeda yang disarankan sebelum hamil kembali
Rekomendasi kesehatan secara umum menyarankan agar kehamilan berikutnya tidak terjadi dalam waktu terlalu singkat setelah persalinan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan jeda setidaknya dua tahun setelah melahirkan sebelum kembali hamil.
Sementara itu, panduan obstetri menyarankan perempuan menghindari kehamilan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah persalinan. Jeda setidaknya 18 bulan sebelum hamil kembali dinilai memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan jarak yang lebih pendek.
Rentang 18 hingga 24 bulan tersebut bukan berarti usia anak pertama dan anak kedua harus tepat dua tahun. Perhitungan rekomendasi dilakukan sejak kelahiran anak pertama hingga awal kehamilan berikutnya. Dengan demikian, apabila ibu hamil kembali sekitar dua tahun setelah melahirkan anak pertama, jarak usia kedua anak saat anak kedua lahir akan lebih dari dua tahun.
Manfaat bagi ibu dan keluarga
Memberikan waktu pemulihan yang cukup membantu ibu mengembalikan kondisi fisik dan memenuhi kembali kebutuhan nutrisi tubuh setelah kehamilan serta persalinan. Jeda ini juga dapat membantu menurunkan risiko masalah pada kehamilan berikutnya, termasuk persalinan prematur dan berat badan lahir rendah.
Sebaliknya, jarak kehamilan yang terlalu pendek berkaitan dengan meningkatnya risiko komplikasi tertentu. Risiko persalinan prematur juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Bagi keluarga, jeda tersebut memberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan anak pertama, mulai dari pengasuhan dan nutrisi hingga perhatian selama masa awal pertumbuhan.
Waktu yang lebih longgar juga dapat membantu orang tua menyesuaikan diri sebelum kembali menghadapi masa kehamilan dan merawat bayi. Namun, keputusan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan keadaan masing-masing keluarga.
Tidak berlaku sama untuk semua ibu
Jarak dua tahun bukan angka yang otomatis berlaku bagi setiap orang. Usia ibu, kondisi kesehatan, riwayat kehamilan sebelumnya, jenis persalinan, kondisi kesuburan, serta keadaan anak pertama dapat memengaruhi waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan berikutnya.
Ibu yang pernah menjalani operasi caesar perlu memberi perhatian khusus pada jarak kehamilan. Kehamilan yang terlalu dekat setelah operasi tersebut dapat meningkatkan risiko tertentu, termasuk robekan rahim pada kondisi persalinan tertentu.
Karena itu, pasangan sebaiknya tidak hanya berpatokan pada usia anak pertama. Rentang sekitar 18 hingga 24 bulan sebelum kembali hamil sering digunakan dalam rekomendasi kesehatan, tetapi keputusan akhirnya perlu mempertimbangkan kondisi ibu dan kesiapan keluarga secara menyeluruh.

